DIRESMIKAN, Miniplant Turunan CPO dan Bengkel Mekatronika SMK-SMTI Banda Aceh Siap Digunakan

DIRESMIKAN, Miniplant Turunan CPO dan Bengkel Mekatronika SMK-SMTI Banda Aceh Siap Digunakan

BANDA ACEH-Peresmian Gedung Laboratorium Miniplant Turunan Crude Palm Oil (CPO) dan Laboratorium Bengkel Mekatronika (Gedung D) SMK-SMTI Banda Aceh berlangsung meriah. Acara yang digelar di halaman Gedung D pada hari Sabtu, 9 Februari 2019 tersebut diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Bapak Haris Munandar, dan Koordinator BPSDMI, Bapak Mujiyono.

Kepala SMTI Banda Aceh, Bapak Hariyanto, dalam sambutannya menyampaikan, “Dengan diresmikannya Gedung D ini, diharapkan ke depannya SMTI Banda Aceh mampu menciptakan SDM yang terampil yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Tentunya, hal ini juga akan meningkatkan animo masyarakat untuk mengenal bahkan mengarahkan anaknya menempuh pendidikan di SMTI Banda Aceh. Rugi rasanya bila fasilitas bagus dan lengkap yang telah disediakan oleh pemerintah untuk kemajuan SDM industri di Aceh tidak dimanfaatkan oleh putra daerah Aceh.”

Selain itu, ia juga berharap dengan adanya pembukaan satu jurusan baru yaitu Jurusan Teknik Mekanika Industri di SMTI Banda Aceh bisa memudahkan proses kerja sama dengan perusahaan untuk mendukung terlaksananya program dual system yang sudah dilaksanakan di SMK-SMTI Banda Aceh. Untuk Tahun Pelajaran 2018/2019 baru ada satu jurusan, Kimia Industri. “Di TP 2019/2020, insya Allah akan ada dua jurusan, yaitu Kimia Industri dan Kimia Analis.” Imbuhnya.

Acara peresmian Gedung D ini juga mengundang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Aceh, Bapak Muhammad Raudhi. “CPO di Aceh luar biasa, tetapi untuk tahap proses selanjutnya harus dibawa ke luar Aceh. Harapan kami, agar ke depannya semua proses pengolahan CPO kelapa sawit ini sepenuhnya dilakukan di Aceh hingga menjadi produk yang siap pakai. Jadi, dengan adanya peresmian Gedung D, ini menjadi semangat kami untuk mensosialisasikan kepada para pelaku industri CPO di Aceh bahwa kita punya laboratorium di SMK-SMTI Banda Aceh yang bisa mengolah turunan CPO.”

Ia juga merasa kagum bahwa di SMTI Banda Aceh ada program dual system. “Saat ini, banyak perusahaan yang sudah mulai dan akan masuk ke Aceh yang tentunya mereka membutuhkan SDM kompeten. Nah, ini memberikan harapan kepada kita untuk menyandingkan hal tersebut dengan program dual system yang bisa menjawab kebutuhan perusahaan akan SDM kompeten.”

Sementara itu, Koordinator Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian, Bapak Mujiyono, menyampaikan, “Kemajuan SMTI Banda Aceh saat ini merupakan keberhasilan seluruh staf guru dan manajemen di SMTI Banda Aceh. Agar kekompakan itu dijaga guna menumbuhkankembangkan kepercayaan publik yang tentunya meningkatkan animo masyarakat untuk masuk ke SMTI Banda Aceh.” Dalam kesempatan yang sama, ia menambahkan, dengan dibukanya jurusan baru dan diresmikannya Gedung D, bisa meningkatkan kuantitas siswa agar publik bisa menikmati fasilitas yang berkualitas tinggi ini. Tentunya tidak hanya kuantitas siswa yang meningkat, tetapi kualitas lulusannya juga meningkat sehingga mereka mampu menjawab kebutuhan perusahaan akan SDM kompeten dan juga menekan angka pengangguran, khususnya di Aceh.

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Bapak Haris Munandar menyampaikan dalam sambutannya, “Luar biasa perkembangan SMTI Banda Aceh saat ini. Hal ini harus diapresiasi.” Kemudian ia menambahkan, “Sangat luar biasa kekayaan Aceh, baik yang ada di atas tanah bahkan di dalam tanah. Apalagi ditambah dengan kekayaan laut. Sayangnya, ini belum dioptimalkan. Dengan adanya industri, kekayaan Aceh ini bisa dimanfaatkan dengan optimal. Selain itu, penyerapan tenaga kerja leih dari 17 juta juga dari sektor industri. Kalau Aceh ingin maju tentunya harus didukung dengan adanya pertumbuhan industri di Wilayah Aceh.”

Di waktu yang sama, ia menambahkan, “Salah satu faktor pendukung pertumbuhan industri adalah SDM yang kompeten. Jadi, SMTI Banda Aceh yang akreditasinya A dengan nilai hampir maksmimum, 98, sudah menerapkan ISO, sudah berkerja sama dengan Vapro Belanda, memiliki LSP dan TUK, dan berbagai penghargaan lainnya sudah memenuhi syarat untuk menjadi role model sekolah vokasi di Aceh yang mampu menciptakan lulusan berkompeten dan siap kerja di dunia industri tanpa perlu adanya pelatihan kerja lagi.”

Kemudian, prosesi peresmian Gedung D dilanjutkan dengan acara puncak yaitu penandatanganan prasasti Peresmian Gedung Laboratorium Miniplant Turunan CPO oleh Bapak Haris Munandar dan penandatanganan prasasti Persemian Gedung Bengkel Mekatronika oleh Bapak Mujiyono serta pemotongan pita oleh kedua pejabat tinggi di Kementerian Perindustrian tersebut.

Setelah pembacaan doa, acara diakhiri dengan makan bersama.(DEL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *