Lomba Millenial Inovasi Produk 4.0, Siswa SMTI Banda Aceh Berjaya!

Lomba Millenial Inovasi Produk 4.0, Siswa SMTI Banda Aceh Berjaya!

Siswa SMK – SMTI Banda Aceh Berjaya pada Lomba Millenial Inovasi Produk 4.0 yang diadakan dalam rangkaian Expo Chemical Engineering In Action Ke-5 (CHAIN V) Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Tidak tanggung-tanggung, dalam pengumuman pemenang lomba pada Minggu, 6 Oktober malam di panggung utama Expo CHAIN V, para calon enginer ini meraih juara pertama dan juara ketiga sekaligus.

SMTI Banda Aceh mendelegasikan dua kelompok siswa. Delegasi pertama yaitu Kelompok ARDIUNO, beranggotakan, (1) Muhammad Fadhil A’la, siswa kelas XI-C dan Indra Syahputra Harahap, siswa kelas XI-C dari Jurusan Kimia Industri. Kelompok ini memperkenalkan produk yang diberi nama “SMART TRASH BIN”.

Produk tong sampah pintar ini menggunakan sensor. Jadi, ketika orang akan membuang sampah, dari jarak 30 cm, sensor akan membuat penutup tong sampah menjadi terbuka. Selain itu, kelebihan lain dari produk ini adalah, jika tong penampung sampah telah penuh, sensor akan membuat tong sampah berbunyi sebagai tanda kepada siapapun yang mendengar untuk mengosongkan tong terlebih dahulu sebelum kembali membuang sampah ke dalam tong tersebut. Produk yang kelompok ini perkenalkan masih prototype dan bisa dimutakhirkan.

Sementara delegasi kedua adalah Kelompok ACIDIMETRI, beranggotakan, (1) Dewa Artha Dimitri, siswa kelas XI-C, (2) Haykal Asri Ananda, siswa kelas XI-C, dan Muzakir, siswa kelas X-C yang juga dari Jurusan Kimia Industri. Kelompok ini memperkenalkan produk yang diberi nama “SIMPLE PAVING BLOCK”.

Produk ini merupakan paving block yang dibuat dari sampah plastic (botol minuman). Jadi, sampah plastik dilelehkan, kemudian ditambahkan pasir sesuai ketentuan agar lebih padat. Selanjutnya, campuran lelehan sampah plastik dan pasir ini bisa langsung dicetak. Bentuknya bisa disesuaikan dengan keinginan masing-masing. Manfaat dari produk ini, selain untuk penyediaan paving block juga bisa mengurangi limbah botol plastik dengan cara me-recycle limbah tersebut menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

Kedua delegasi ini diasuh oleh Pembimbing Teknologi Tepat Guna, Ibu Cut Raziah dan dibantu oleh Ibu Sartika Anugerah Persia. Untuk persiapan, para delegasi dan pembimbing hanya memerlukan waktu 10 hari Mulai dari pengenalan teori, praktik uji coba, dan langsung ke proses pembuatan produk.

Menariknya, kedua produk yang diperkenalkan oleh para enginer muda ini sama-sama berkaitan dengan pengolahan sampah. Hal ini merupakan salah satu implementasi SMTI Banda Aceh yang akhir tahun 2018 lalu meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2018. Selain itu, hal ini juga merupakan salah satu implementasi sertifikat SML ISO 14001:2015 dari TUV Rheinland Indonesia yang diraih SMTI Banda Aceh sejak tahun 2016 hingga saat ini.

“Kita patut merasa bangga dengan pencapaian ini. Jadi, kita tidak hanya bicara tentang komitmen kita dalam merealisasikan jawaban terhadap tantangan revolusi industry 4.0, kita juga membuktikan dengan action.” Ucap Bapak Hariyanto dalam amanat pembina upacara Senin, 7 Oktober 2019 pagi di Lapangan Gedung A.

“Selain itu, Bapak pribadi merasa bangga bahwa di antara lima orang delegasi yang kita kirim, ada satu orang siswa kelas X atas nama Muzakir, siswa kelas X-C. Meskipun masih duduk di kelas X, dia mampu berprestasi seperti abang-abangnya yang kelas XI.” Tambahnya.

Menurutnya, hal ini merupakan bukti bahwa siswa SMTI Banda Aceh sejak awal masuk SMTI Banda Aceh sudah diajarkan hal-hal yang berkaitan dengan revolusi industri 4.0. Dalam kesempatan yang sama, ia juga berharap agar siswa SMTI Banda Aceh ke depan mampu menjadi insan industri yang kompeten, berprestasi, siap kerja, dan bermanfaat untuk orang banyak. (PE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *