SMK-SMTI Banda Aceh Sekolah Istimewa, Mewah nan Murah Bagian 1

SMK-SMTI Banda Aceh Sekolah Istimewa, Mewah nan Murah Bagian 1

SMTI Banda Aceh – “Masya Allah!!! Sungguh mewah bangunannya. Fasilitasnya super lengkap. Pelayanannya luar biasa.” Sebagian besar masyarakat mungkin beranggapan demikian tentang Sekolah Menengah Kejuruan – SMTI Banda Aceh. Wajar saja. Selain tampilan luar gedungnya yang luar biasa, fasilitas di dalamnya juga lengkap dan canggih. Tidak hanya itu. Siapapun yang berkunjung ke SMTI Banda Aceh, mulai dari pintu gerbang hingga kemana pun tujuannya di lingkungan sekolah, diberikan pelayanan terbaik sesuai standar pelayanan publik. Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun (5S) akan diterima tamu dari setiap petugas yang dijumpai. Tidak hanya itu, layanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) seperti safety induction dan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai keperluan.

Selanjutnya, mungkin mereka akan mengatakan, “PASTI MAHAL! Butuh biaya besar jika ingin melanjutkan pendidikan ke SMTI Banda Aceh”. Nah, statement ini bisa dikatakan sangat keliru. Mengapa demikian? Dalam pelaksanaan operasional kegiatan, secara keseluruhan, siswa hanya dibebankan SPP sebesar Rp. 372.000,- per tahun. Iya, per tahun. Jika dibagi selama setahun, per harinya hanya perlu menyisihkan uang sebesar Rp 1.019,-.

“Pasti ada pungutan-pungutan lainnya.” Orang yang tidak mengenal baik SMTI Banda Aceh mungkin akan mengatakan hal demikian. Selain SPP, memang ada iuran lain yang dibebankan kepada siswa, yaitu iuran OSIS sebesar Rp 15.000,- per bulan. Iuran ini dikelola sepenuhnya oleh siswa dalam hal ini pengurus OSIS untuk keperluan kegiatan siswa sepenuhnya. Kegiatan-kegiatan seperti acara perpisahan kelas XII setiap tahunnya dan perayaan Maulid Nabi Muhammad saw setiap tahunnya. Bahkan keperluan-keperluan siswa dalam mengikuti lomba bidang apapun di luar sekolah, baik itu tingkat kota, provinsi, bahkan nasional, segala biaya yang diperlukan terkait kegiatan ekstrakurikuler ditangani sepenuhnya oleh iuran ini. Semua iuaran tersebut dikelola sepenuhnya oleh siswa (OSIS), sekolah hanya bertindak mengawasi pengelolaan iuran tersebut. Selain itu, SMTI Banda Aceh juga tidak memberikan izin untuk pungutan-pungutan iuran kas kelas, iuran ujian, iuran pembangunan, dan iuran komite. Hal ini juga merupakan wujud nyata komitmen SMTI Banda Aceh dalam menerapkan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Febriyanti, siswa kelas XII-A Angkatan 51, menyampaikan, “SMTI Banda Aceh merupakan sekolah mewah, tetapi murah. Untuk SPP, kita hanya perlu membayar sebesar Rp. 372.000 per tahun. Mungkin untuk sekolah-sekolah lain, kita sudah mengeluarkan biaya jutaan rupiah. Untuk ruang kelas, kalian (red. calon siswa baru) tidak perlu takut kepanasan, karena setiap ruangan sudah disediakan air conditioner (AC). Ruang kelas juga dilengkapi dengan loker penyimpanan barang per siswa, LCD proyektor, bahkan CCTV. Jadi, suasana belajar pun akan sangat terasa aman dan nyaman.”

“Dan yang lebih penting lagi, di SMTI Banda Aceh terdapat laboratorium yang sangat bagus. Alat-alat dan bahan yang kita butuhkan sudah cukup lengkap dan memadai. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun untuk membeli bahan-bahan kimia keperluan praktikum. Semua sudah disediakan oleh sekolah. Nah, lanjut lagi, SMTI Banda Aceh setiap tahunnya selalu mengadakan character and capacity building (outbound). Dan, lagi-lagi kita tidak perlu mengeluarkan biaya.”

“Keunggulan lainnya, di SMTI Banda Aceh juga terdapat berbagai macam kegiatan ektrakurikuler, yaitu Paskibra, Pramuka, Pelajar Cinta Lingkungan & Adiwiyata, Karate, LKS/ TTG, Palang Merah Remaja, Jurnalis, Rohis, Kesenian, Futsal, Paskibraka, Panahan, Basket (latihan eksternal), dan Bola Kaki (latihan eksternal) sebagai wadah mengembangkan bakat dan minat siswa. Tak perlu diragukan lagi, masing-masing bidang ekskul telah memenangkan berbagai macam lomba, baik tingkat kota, provinsi, bahkan nasional. Salah satunya adalah Bidang Ekskul PCL dan Adiwiyata yang telah memberi kontribusi besar kepada sekolah hingga berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri. Pertama dan satunya di Provinsi Aceh untuk saat ini. Mendapatkan piagam tersebut bukanlah hal yang mudah. Harus memenuhi kriteria dan syarat-syarat yang bisa dikatakan tidak mudah. Namun, berkat kerjasama antara warga sekolah dan para siswa/i, penghargaan tersebut akhirmya diraih pada penghujung tahun 2018 lalu.” Tutupnya.

M. Fadhil Syuhada, Ketua OSIS Periode 2019/2020, siswa kelas XI-C menambahkan, “Namun, untuk kegiatan-kegiatan siswa seperti acara perpisahan, peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, kegiatan lomba per bidang kegiatan ekstrakurikuler, dll, kita hanya mengeluarkan uang hanya sebesar Rp 15.000,- per bulan. Selain itu, terkait penerapan sekolah adiwiyata, kita menyediakan air isi ulang setiap hari. Nah, untuk kebutuhan penyediaan air ini, seluruh siswa dikenakan iuran Rp 5.000,- per bulan. Semua iuran tersebut kami (OSIS) yang kelola sepenuhnya dan data pemasukan/ pengeluaran bisa dipertanggungjawabkan.

Tidak hanya Febriyanti dan M. Fadhil Syuhada saja. Beberapa siswa lainnya dari kelas X, XI, dan XII juga memberikan tanggapan yang sama. Betapa mereka mengungkapkan kebanggaan mereka bisa menempuh pendidikan di SMK – SMTI Banda Aceh. (video terlampir)

OPINI SISWA, “SMK-SMTI BANDA ACEH SEKOLAH ISTIMEWA, MEWAH NAN MURAH” (DARA TURSINA, XI-F) PLAY
OPINI SISWA, “SMK-SMTI BANDA ACEH SEKOLAH ISTIMEWA, MEWAH NAN MURAH” (M. FADHIL SYUHADA, KETUA OSIS, XI-C) PLAY
OPINI SISWA, “SMK-SMTI BANDA ACEH SEKOLAH ISTIMEWA, MEWAH NAN MURAH” (INTAN AZ ZAHRA, X-D) PLAY
OPINI SISWA, “SMK-SMTI BANDA ACEH SEKOLAH ISTIMEWA, MEWAH NAN MURAH” (FACHRUL FEDURA, XI-F) PLAY
OPINI SISWA, “SMK-SMTI BANDA ACEH SEKOLAH ISTIMEWA, MEWAH NAN MURAH” (MUHAMMAD RIJAL, XI-F) PLAY
OPINI SISWA, “SMK-SMTI BANDA ACEH SEKOLAH ISTIMEWA, MEWAH NAN MURAH” (MAULIDIA SYIFA, XI-F) PLAY
OPINI SISWA, “SMK-SMTI BANDA ACEH SEKOLAH ISTIMEWA, MEWAH NAN MURAH” (HAIKAL HARAHAP, X-H) PLAY
OPINI SISWA, “SMK-SMTI BANDA ACEH SEKOLAH ISTIMEWA, MEWAH NAN MURAH” (FARRAS ROLANDA NASRI, XII-A) PLAY
OPINI SISWA, “SMK-SMTI BANDA ACEH SEKOLAH ISTIMEWA, MEWAH NAN MURAH” (NURJANNAH, XII-A) PLAY
OPINI SISWA, “SMK-SMTI BANDA ACEH SEKOLAH ISTIMEWA, MEWAH NAN MURAH” (SUPRIYAYI SATRIA, XII-A) PLAY

Masyarakat luas mungkin bertanya, “Mengapa bisa semewah dan semurah itu?

SMTI Banda Aceh merupakan salah satu dari enam sekolah vokasi industri se-Indonesia di bawah Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang tersebar di enam provinsi. Di Pulau Sulawesi, ada SMTI Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan. Di Pulau Kalimantan, tepatnya di Provinsi Kalimantan Barat terdapat SMTI Pontianak. Selanjutnya di Pulau Jawa, hanya ada satu sama halnya dengan Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan, yaitu SMTI Yogyakarta di DI Yogyakarta. Bagaimana dengan Pulau Sumatera? Di Pulau Sumatera ada tiga. SMTI Bandar Lampung di Provinsi Lampung, SMTI Padang di Provinsi Sumatera Barat, dan SMTI Banda Aceh terletak di ujung barat Indonesia, Provinsi Aceh.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015 – 2035, visi Pembangunan Industri Nasional berbunyi, “Industri tangguh bercirikan, (1) Struktur industri nasional yang kuat, dalam, sehat dan berkeadilan, (2) Industri yang berdaya saing tinggi di tingkat global dan (3) Industri yang berbasis inovasi dan teknologi.”
Salah satu misi untuk mecapai visi tersebut adalah poin keenam, “Meningkatkan persebaran pembangunan industri ke seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat dan memperkukuh ketahanan nasional.” Sedangkan strategi yang diterapkan untuk mencapai visi tersebut salah satunya yaitu poin ketujuh, “Melakukan pembangunan sarana dan prasarana industri.”

Berdasarkan hal tersebut, bisa disimpulkan bahwa Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perindustrian mendukung penuh program pendidikan vokasional di bidang industri untuk mendidik dan melatih putra putri Indonesia sehingga memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Hal ini terlihat dari kebijakan dan anggaran yang dialokasikan untuk mendukung keberhasilan program ini. Makanya, sebagai salah satu bukti dari keseriusan dukungan terhadap program ini adalah, ditingkatkannya sarana dan prasarana pendidikan dengan biaya pendidikan yang tidak memberatkan.(PE)

Bersambung ke Bagian 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.