Adakan Seminar PeCaL-KuPiLah, SMK – SMTI Banda Aceh Ajak Masyarakat untuk Peduli Lingkungan

Adakan Seminar PeCaL-KuPiLah, SMK – SMTI Banda Aceh Ajak Masyarakat untuk Peduli Lingkungan

SMTI Banda Aceh – Siswa Ekskul Bidang PCL dan Adiwiyata berkerja sama dengan OSIS SMK – SMTI Banda Aceh menggelar Seminar “Internalisasi PeCaL-KuPiLah (Pelajar Cinta Lingkungan-Kurangi, Pilah, dan Olah) Menuju Sekolah Berwawasan Lingkungan (Adiwiyata)” di Ruang Aula Gedung A pada Sabtu, 25 Juli 2020. Kegiatan ini dilaksanakan salah satunya sebagai tugas akhir dari pengurus Tim Inti PCL dan Adiwiyata yang akan menyerahkan tampuk kepengurusan ke pengurus baru dalam waktu dekat.

Seminar ini mengundang Hariyanto, Kepala SMK-SMTI Banda Aceh, Cut Safarina Yulianti, Kabid Tata Lingkungan DLHK3 Banda Aceh, SB Irwansyah, Tim Verifikasi Adipura, dan Zulkifli, Pelatih Ekskul Bidang PCL & Adiwiyata SMK-SMTI Banda Aceh, untuk bertindak sebagai narasumber. Selain itu, kegiatan ini juga mengundang Nurfahmi untuk bertindak sebagai moderator.

Peserta seminar yang diundang sejumlah 25 sekolah, yaitu 21 Sekolah Binaan Adiwiyata Mandiri SMK – SMTI Banda Aceh dan 4 sekolah lainnya yang ingin ikut berpartisipasi. Sekolah-sekolah tersebut terdiri dari 8 SD/MI, 7 SMP/MTs, dan 10 SMA/SMK/MA. Tingkat SD/MI diundang hanya 1 orang guru, sedangkan tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA diundang 1 orang guru serta 2 orang peserta didik dengan melampirkan surat izin dari orang tua dan surat rekomendasi dari kepala sekolah.

Fachrul Fedura, Ketua Panitia, dalam sambutannya melaporkan, “Dari 25 sekolah yang diundang, yang bisa mengirimkan peserta hanya 23 sekolah. Tingkat SD/MI, yang ikut berpartisipasi adalah SDN 1, SDN 2, SDN 4, SDN 20, SDN 22, SDN 27, MIN 1 Mesjid Raya, dan MIN 2 Merduati. Dari tingkat SMP/MTs adalah SMPN 2, SMPN 4, SMPN 7, SMPN 17, SMPN 19, dan MTsN 1 Model. Sedangkan dari SMA/SMK/MA adalah SMAN 2, SMAN 8, SMAN 10 Fajar Harapan, SMAN 11, SMAN 12, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, dan MAN 1 Model. Sementara 2 sekolah lain yang tidak bisa ikut berpartisipasi adalah SMPN 9 dan SMKN 1. Seluruh sekolah tersebut berada di Kota Banda Aceh dengan total peserta yang hadir sebanayak 49 orang.”

Hariyanto, Kepala SMK – SMTI Banda Aceh, dalam sambutan pembukaan seminar menyampaikan, “Walaupun terkesan mendadak, Alhamdulilla rencana pelaksanaan seminar ini dapat terealisasikan. Sebelumnya kita merencanakan pelaksanaan seminar ini secara virtual mengingat saat ini kita sedang menghadapi pandemi Covid-19. Namun, karena berbagai pertimbangan, kita melaksanakan secara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Semoga pelaksanaan seminar ini lancar dan kondusif serta bermanfaat bagi kita semua dalam menerapakan budaya sekolah berwawasan lingkungan.” Selanjutnya, sebagai narasumber pertama, ia langsung memberikan presentasi yang berjudulu “SMK – SMTI Banda Aceh Menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri”.

Narasumber kedua, Cut Safarina Yulianti, di sela-sela presentasinya yang berjudul “Aksi Lingkungan Menuju Sekolah Adiwiyata” menyampaikan, “Salah satu hal terkecil yang bisa kita lakukan dalam menerapkan budaya cinta lingkungan adalah membawa tumbler dan wadah makanan sendiri kapanpun dimanapun setiap kita keluar rumah. Aksi kecil ini ternyata membawa dampak luar biasa terhadap pengurangan sampah plastik yang selama ini menjadi momok bagi lingkungan kita.” Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan narasumber ketiga yaitu SB Irwansyah dengan presentasi yang berjudul “Langkah-langkah Menuju Sekolah Adiwiyata”.

Selanjutnya di akhir presentasinya yang berjudul “Apa Itu PeCaL-KuPiLah?”, narasumber terkahir yaitu Zulkifli, menyampaikan, “PeCaL-KuPiLah itu sendiri adalah salah satu judul inovasi pelayanan publik yang dikirimkan oleh SMK – SMTI Banda Aceh dalam kompetisi Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Jadi, kita mengangkat isu lingkungan sebagai wujud komitmen kita dalam menerapkan budaya cinta lingkungan. Harapan kita bersama tentunya, PeCaL-KuPiLah bisa menjadi agent of change yang peduli lingkungan demi menjaga kelestarian bumi kita tercinta.”

Di penghujung acara seminar, diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama.(PE)

Leave a Reply

Your email address will not be published.