Pandemi Covid-19, Miniplant “Pengolahan CPO dan Turunannya” Merangkul Siswa Melaksanakan PRAKERIN

Pandemi Covid-19, Miniplant “Pengolahan CPO dan Turunannya” Merangkul Siswa Melaksanakan PRAKERIN

Banda Aceh – Kondisi pandemi covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu sedikit menjadi kendala terhadap pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) siswa kelas XII TP 2020/2021 SMK – SMTI Banda Aceh. Pelaksanaan Prakerin biasanya dilakukan pada beberapa perusahaan yang terletak di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Namun, karena masa pandemi ini, tidak semua siswa tertampung di dunia industri untuk menjalankan kegiatan ini seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menyiasati kendala tersebut di atas, SMK – SMTI Banda Aceh tidak kehabisan akal. Siswa-siswa yang tidak tertampung di perusahaan dirangkul untuk melaksanakan Prakerin di lingkungan internal SMK – SMTI Banda Aceh, yaitu di laboratorium Miniplant “Pengolahan CPO dan Turunannya” yang berlangsung sejak bulan Oktober hingga November 2020.

Kegiatan Prakerin sendiri merupakan program yang wajib dilakukan oleh siswa kelas XII semester V sebagai salah satu syarat kelulusan. Wajibnya program ini dikarenakan setiap siswa dituntut untuk mempunyai suatu keahlian dan siap terjun ke dunia kerja pascakelulusan. Jadi, dengan adanya Prakerin ini, siswa mendapatkan pengalaman untuk bekerja secara langsung dengan mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh dan sebagai ajang kesesuaian antara dunia pendidikan dengan dunia industri.

Pada kegiatan Prakerin di Miniplant “Pengolahan CPO dan Turunannya” ini, siswa dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan unit yang ada, yaitu Unit WTP (Pengolahan Air), Unit Boiler, Unit Refinery, dan Unit Biodiesel. Pembagian kelompok ini bertujuan agar tidak terjadi penumpukan siswa di satu tempat. Hal ini sesuai dengan protokoler pencegahan covid-19.


Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan materi terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan orientasi (penjelasan penggunaan peralatan) pada masing – masing unit. Setiap apel pagi mengawali kegiatan prakerin, siswa diberikan pengarahan sebelum memulai kegiatan. Demikian juga pada apel jam pulang.
Sebelum melaksanakan praktek, siswa diwajibkan melakukan indentfikasi bahaya pada masing – masing unit kerja guna meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

Pada unit WTP, siswa diharapkan mampu mengoperasikan peralatan WTP guna menyediakan air proses sebagai bahan baku pada Unit Boiler. Pada Unit Boiler, siswa diharapkan mampu mengoperasikan peralatan boiler guna menyediakan kebutuhan steam (uap panas) untuk Unit Refinery dan Unit Biodiesel.

Lain halnya pada Unit Refinery. Siswa diharapkan dapat mampu mengoperasikan peralatan yang ada guna memurnikan CPO (crude palm oil) menjadi RBDPO (refined bleached deodorized palm oil) sebagai bahan baku pada Unit Biodiesel. Sedangkan pada unit Biodiesel siswa dapat mengoperasikan peralatan sehingga dapat mengolah RBDPO menjadi biodiesel sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar. Biodiesel ini dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar pada Unit Boiler. Untuk prakteknya sendiri, siswa langsung mengoperasikan peralatan pada unit masing – masing di bawah pengawasan guru pembimbing dan PLP yang bertindak sebagai pembimbing perusahaan.

Hasil wawancara dengan beberapa siswa menunjukkan tingginya tingkat antusias mereka dalam mengikuti prakerin ini. Seperti yang disampaikan oleh Ikhsan Muhtya, “ Dengan adanya pembelajaran yang langsung praktek di lapangan seperti ini, sangat membantu kami dalam menyerap ilmu yang sudah kami dapatkan di kelas karena kami langsung mengaplikasikannya.”

Hal serupa disampaikan oleh Raja Aulia dan Dio Muhammad Istiqlal, “Kami lebih menyukai dan bersemangat jika pembelajaran teori diikuti dengan praktek seperti ini dari pada hanya mempelajari teori di kelas. Kami juga dapat mempelajari jika terjadi troubel di lapangan.”

Target yang ingin dicapai dari kegiatan prakerin ini adalah melatih siswa bekerja di jam kerja perusahaan dan melatih siswa bekerja dalam tim di sebuah perusahaan sehingga dapat menambah wawasan mengenai dunia kerja khususnya berupa pengalaman kerja langsung (real) dalam rangka menanamkan iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja. Seperti disampaikan Sri Dewiana, guru pembimbing, “Kami mengharapkan setelah pelaksanaan prakerin ini dapat memperkuat kemampuan produktif siswa sesuai kompetensi keahlian yang dipejarinya sebagai daya dukung meraka dalam menghadapi dunia kerja nantinya. Selain itu siswa dapat berinteraksi dengan baik dengan rekan kerjanya.”

Di akhir kegiatan prakerin pada bulan Desember 2020 nantinya, siswa diwajibkan membuat laporan kegiatan prakerin sebagai bahan ujian prakerin melalui sidang prakerin di hadapan para guru penguji.(DA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *