Masa Pandemi Covid-19, SMK-SMTI Banda Aceh Gelar Acara Wisuda Angkatan Ke-51 serentak “Wisuda Nasional” Seluruh Satker Pendidikan Kemenperin untuk Pertama Kalinya secara Virtual

Masa Pandemi Covid-19, SMK-SMTI Banda Aceh Gelar Acara Wisuda Angkatan Ke-51 serentak “Wisuda Nasional” Seluruh Satker Pendidikan Kemenperin untuk Pertama Kalinya secara Virtual

Banda Aceh – SMK-SMTI Banda Aceh kembali menggelar wisuda Angkatan Ke-51 tahun ini secara daring/online pada hari Sabtu tanggal 28 November 2020 di Gedung Aula SMK-SMTI Banda Aceh.

Prosesi pelantikan lulusan tahun ini berbeda dibanding tahun sebelumnya, dimana dilakukan secara virtual dan tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Dari 184 lulusan yang diwisudakan, 70 wisudawan pertama mengikuti acara opening sedangkan sisanya masuk pada sesi selanjutnya, acara closing.

Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SMK-SMTI Banda Aceh, Abdurrahman, mengatakan wisuda hari ini merupakan wisuda lulusan SMK – SMTI Banda Aceh yang ke-51 sejak pertama sekali meluluskan siswanya tahun 1968. SMK-SMTI Banda Aceh telah menghasilkan 2805 alumni yang telah terserap / bekerja di berbagai perusahaan industri, baik BUMN maupun BUMS yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan juga di berbagai instansi pemerintah/swasta.

“Tahun pelajaran 2018/2019 ini, smk-smti banda aceh meluluskan sebanyak 184 orang (lulus 100%) yaitu 60 orang dari kompetensi keahlian Kimia Analis dan 124 orang dari kompetensi keahlian Kimia Industri dan telah lulus uji kompetensi profesi dengan rincian skema sebagai berikut: skema mengoperasikan alat distilasi sebanyak 60 orang, skema mengoperasikan alat refining sebanyak 20 orang, skema mengoperasikan alat fraksionasi sebanyak 24 orang, skema mengoperasikan alat esterifikasi sebanyak 20 orang, dan skema pengujian dasar sebanyak 60 orang”, ungkap Abdurrhaman dalam pidato singkatnya.

Abdurrahman juga menyampaikan, dari beberapa siswa yang diwisudakan telah bekerja, ada juga yang sedang dalam proses rekrutmen di beberapa perusahaan dan menunggu pemanggilan oleh perusahan yang bersangkutan. Selain itu, beberapa dari telah melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi negeri maupun swasta dan juga ada yang memilih menjadi wirausahawan.

“Dari 184 lulusan dapat kami laporkan 21 orang atau 11% sudah diterima bekerja, 31 orang atau 17% sedang dalam tahap proses rekrutmen, 40 orang atau 22% sedang menunggu informasi panggilan kerja, 84 orang atau 46% melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri dan swasta di Provinsi Aceh dan juga luar Provinsi Aceh, sedangkan 8 orang atau 4% memilih wirausaha.” tambah Abdurrahman.

Pada akhir pidatonya, Abdurrahman juga menyampaikan beberapa program-program dan promosi dalam rangka mengangkat kualitas dan popularitas SMK-SMTI Banda Aceh di kancah regional maupun nasional.

“Siswa yang telah lulus juga telah dibekali dengan diklat calon tenaga kerja dan pengenalan dunia industri serta praktek kerja industri yang dapat berguna untuk pengembangan kompetensinya. Pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) juga telah dilaksanakan bekerjasama dengan BNSP. Selain itu untuk mendukung program industri hijau Kementerian Perindustrian, SMK-SMTI Banda Aceh menerapkan 5K, adiwiyata, SML ISO 14001:2015, dan Sistem Manajemen K3. Hingga saat ini, SMK-SMTI Banda Aceh telah melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan yang tertuang dalam bentuk MoU untuk penyaluran lulusan, magang guru, pelaksanaan prakerin siswa, dan kunjungan industri serta pelaksanaan pendidikan sistem ganda (dual system.)” tutup Abdurrahman.

Kegiatan wisuda tahun ini dirangkaikan secara virtual dengan Wisuda Nasional Akademik Tahun Pelajaran 2019/2020 bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, yang dilaksanakan secara serentak dengan 20 satuan pendidikan (9 Politeknik, 2 Akademi Komunitas dan 9 SMK) dengan meluluskan sebanyak 1.889 siswa SMK serta 3.866 mahasiswa politeknik dan akademi komunitas tahun ajaran 2019/2020. Wisuda Nasional BPSDMI mengusung tema “Skills For The Future” atau skil untuk masa depan.

Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto, menyampaikan bahwa serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja pada tahun 2019 sebesar 81,89% untuk SMK dan 51,91% untuk perguruan tinggi. Sedangkan pada tahun 2020, serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja sebesar 75,70% untuk SMK dan 47,85% untuk perguruan tinggi.

“Hingga tahun-tahun mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi, dengan pemuda-pemuda produktif akan mendominasi penduduk Indonesia. Bonus demografi ini merupakan modal penting bagi kami untuk menyiapkan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing untuk mendorong percepatan hilirisasi industri demi program subtitusi impor.” tutur Eko.

“Pencapaian tersebut tentunya didukung oleh kualitas pengajar yang baik,” tuturnya, Sabtu (28/11/2020). Para lulusan wisuda nasional ini telah mengikuti prosedur kelulusan yang dipersyaratkan dalam bentuk ujian tulis, ujian kompetensi, dan sertifikasi kompetensi walaupun di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda.

Sementara itu, dukungan BPSDMI dalam pengembangan dan peningkatan kapasitas guru vokasi di lingkungan Kemenperin dapat dilihat melalui penyediaan pelatihan-pelatihan peningkatan kompetensi yang bekerjasama dengan institusi pendidikan vokasi. Baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti Singapura, Australia, dan Jepang.(MAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *