Gelar Assesment Calon Asesor dan Recognition Current Competency,  LSP SMK SMTI Banda Aceh Mendapatkan 24 Asesor Kompetensi Baru

Gelar Assesment Calon Asesor dan Recognition Current Competency, LSP SMK SMTI Banda Aceh Mendapatkan 24 Asesor Kompetensi Baru

Banda Aceh – Jum’at (17/9/2021) Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMK SMTI Banda Aceh menggelar Assesment Calon Asesor (ACA) dan Recognition Current Competency (RCC) selama 5 hari berturt-turut. Sebanyak 24 Peserta pelatihan dibimbing dan dinyatakan kompeten setelah melalui serangkaian ujian. Dengan bertambahnya 24 asesor, LSP SMK SMTI Banda Aceh diharapkan dapat membekali lulusan agar lebih kompeten dan siap bersaing dalam dunia usaha dan industri (DUDI).

Kegiatan yang bersifat internal ini bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 13 September sampai dengan 17 September 2021 tersebut dihadiri oleh pemateri Master Asesor dari BNSP dan Kepala LSP SMK SMTI Banda Aceh sendiri.

Rizal Sani dan Osvian Putra, Master Asesor, membekali para peserta dengan pelatihan Asesor Kompetensi (Askom). Mereka juga memberikan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi kompetensi bagi lulusan agar mereka mampu bersaing ketika memasuki DUDI pascakelulusan.

“Sertifikat kompetensi ini penting bagi lulusan. Karena tanpa sertifikat kompetensi, mereka akan tertinggal ketika memasuki dunia industri. Dan semua itu juga ditentukan oleh kualitas dari asesor itu sendiri. Jadi keduanya saling terkait satu sama lain.” kata Rizal Sani, Senin (13/9).

Di hari yang sama, Osvian Putra menambahkan, “Mengapa sertifikasi kompetensi kerja diperlukan? Sertifikasi kompetensi kerja merupakan suatu pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan. Dengan demikian sertifikasi kompetensi memastikan bahwa tenaga kerja (pemegang setifikat) tersebut terjamin akan kredibilitasnya dalam melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.”

Pascaterbitnya UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dilanjutkan dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan PP 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional menunjukkan bahwa pelaksanaan sertifikasi tenaga kerja di berbagai sektor industri semakin meningkat.

BNSP melalui LSP yang didukung oleh pemerintah, Asosiasi Industri, Asosiasi Profesi, Lembaga Diklat Profesi, dan masyarakat di bidang ketenagakerjaan semakin berkembang dalam meningkatkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi tenaga kerja di masing-masing sektor. Hal ini memberikan dampak positif dengan meningkatnya daya saing dan produktivitas tenaga kerja.

Diana Fitri, Ketua LSP SMK SMTI Banda Aceh, mendukung penuh serta memotivasi ke-24 peserta pelatihan asesor kompetensi tersebut. Kegiatan ini dapat menambah jumlah asesor, sehingga diharapkan dapat memudahkan LSP dalam melakukan asesmen kepada siswa melalui sertifikasi kompetensi.

“Jumlah asesor di LSP SMK SMTI Banda Aceh sebelumnya kekurangan sehingga kewalahan dalam menangani banyaknya siswa yang ingin melakukan uji kompetensi. Berdasarkan hal itu, perlu diadakan penambahan jumlah asesor untuk mempermudah dan memperlancar proses asesmen. Saya berharap dengan bertambahnya jumlah asesor, LSP SMK SMTI Banda Aceh semakin lebih baju dan bersemangat dalam menciptakan lulusan yang kompeten, mampu bersaing dalam industri serta memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan.” tambah Diana Fitri, Senin (13/9).

M. Aulia Saputra, salah satu peserta yang telah dinyatakan kompeten sangat menikmati dan termotivasi dengan kegiatan pelatihan tersebut.Ia mengatakatn bahwa kegiatan ini sangat berguna dan banyak pengalaman yang didapat. Dilatih menjadi seorang asesor merupakan keinginan banyak orang. Tidak semua karyawan SMK SMTI Banda Aceh bisa ikut serta. Dilatih oleh master asesor yang sudah berpengalaman merupakan hal yang sangat spesial. Ia juga berharap agar kegiatan positif seperti ini agar dapat diteruskan di tahun-tahun selanjutnya guna meningkatkan semangat dan kinerja LSP SMK SMTI Banda Aceh dalam menciptakan lulusan yang berkompeten.

Beberapa kegiatan dalam pelatihan tersebut seperti membuat dokumen untuk merencanakan aktivitas proses asesmen, melaksanakan asesmen, dan memberikan kontribusi dalam proses validasi asesmen diikuti oleh seluruh peserta. Ke-24 peserta yang telah dinyatakan kompeten setelah melalui serangkain ujian, nantinya akan diberikan sertifikat oleh BNSP. Dengan sertifikat yang diberikan, diharapkan para asesor dapat melakukan tugasnya secara kompeten, sehingga dapat menciptakan lulusan SMK SMTI Banda Aceh yang kompeten, mampu bersaing dalam industri serta mempunyai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang dipersyaratkan.(MAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *