SKD Berbasis CAT SCASN Kementerian Perindustrian Wilayah Aceh Berjalan Sukses

SKD Berbasis CAT SCASN Kementerian Perindustrian Wilayah Aceh Berjalan Sukses

Banda Aceh – SMK SMTI Banda Aceh, salah satu sekolah di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah selesai melaksanakan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Tes (CAT) untuk penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021 yang dilaksanakan di Politeknik Aceh, Pango raya, Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh. Dalam pelaksanaan kegiatan, SMK SMTI Banda Aceh berkolaborasi dengan Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Aceh.

Kemenperin mengeluarkan pengumuman dengan nomor S/154/SJ-IND/KP/VII/2021 tentang Hasil Akhir Seleksi Administrasi/Validasi Dokumen Administrasi CASN 2021. Dalam pengumuman tersebut disampaikan bahwa seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi atau validasi dokumen administrasi wajib mengikuti ujian SKD berbasis CAT yang dilaksanakan sesuai lokasi ujian dan jadwal yang telah ditentukan.

Peserta Melakukan Cek Suhu Tubuh dan Menggunakan Hand Sanitizer

Ditemui di Gedung B SMK SMTI Banda Aceh, Kepala Bagian Tata Usaha, Chairil Almy yang juga merupakan panitia kegiatan CASN 2021 Wilayah Aceh mengatakan, pelaksanaan ujian CAT dilaksanakan selama tiga hari. Jumlah peserta yang ikut dalam seleksi CASN Wilayah Aceh sebanyak 847 peserta.

“Pelaksanaan ujian CAT dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 26 September sampai dengan 28 September 2021. Jumlah peserta yang mengambil formasi di Kementerian Perindustrian untuk Wilayah Aceh sebanyak 847 peserta. Peserta yang hadir sebanyak 717 peserta dan sisanya tidak hadir”, ungkapnya. Rabu (29/9).

Peserta Melakukan Proses Registrasi

Salah satu peserta yang mengambil formasi Guru Kimia Industri di SMK SMTI Banda Aceh, Nirwansyah, mengatakan bahwa seleksi SKD tahun ini berbeda dari seleksi yang pernah dia ikuti sebelumnya mulai dari proses pelaksanaannya hingga ke bentuk soal yang diberikan.

“Tahun ini pelaksanaan SKD dilakukan dengan menerapkan protokol kesehtan yang ketat. Soal yang diberikan tahun ini juga berbeda. Mulai dari jumlah soal, nilai passing grade dan tingkat kesulitannya. Jumlah soal yang diberikan tahun ini bertambah 10 soal. Sehingga jumlahnya menjadi 110 dengan waktu masih 100 menit. Passing grade pun berubah menjadi 311”, katanya. Selasa (28/9).

Selanjutnya, Cahiril Almy mengatakan kegaiatan seleksi CASN 2021 berjalan lancar dan sukses. “Alhamdulillah berkat rahmat Allah dan kerja sama yang baik panitia CASN Wilayah Aceh (SMK SMTI Banda Aceh dan Baristand Industri Aceh) dengan BKN Regional Aceh, didukung oleh Politeknik Aceh sebagai lokasi CAT serta bantuan mobil toilet Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh, maka seluruh proses ujian CAT CASN Kemenperin Korwil Aceh berjalan lancar dan sukses”, katanya. Rabu (29/9)

Saat ini Aceh masuk dalam zona kuning. Seperti dikutip dari laman dinkes.acehprov.go.id yang terbit pada hari rabu, 22 September 2021, Juru Bicara Satgas Covid-19, Saifullah Abdulgani, menyebutkan bahwa Aceh bebas zona merah dan naik kelas menjadi zona kuning.

Sehubungan dengan hal tersebut, Chairil Almy menyampaikan bahwa seluruh proses kegiatan menerapkan prokes mengikuti arahan dan instruksi pemerintah. “Seluruh peserta wajib melaksanakan prokes dengan memakai masker, melakukan swab antigen, memakai hand sanitizer, mengukur suhu badan, serta menjaga jarak. Hal tersebut juga berlaku bagi panitia”, tambahnya. Rabu (29/9).

Ia juga menambahkan sampai saat ini untuk pelaksanaan SKB belum dapat dipastikan jadwalnya karena masih menunggu pengumuman hasil SKD dari pusat. “Saya berharap kepada seluruh peserta agar menunggu pengumuman perangkingan nasional dan tetap menjaga kesehatan untuk selanjutnya dapat mengikuti seleksi selanjutnya”, tutupnya. Rabu (29/9).

Penyerahan Hasil SKD kepada Tim OSDM Kemenperin

Sebagai informasi, dari 786 formasi yang dibuka oleh Kementerian Perindustrian, sebanyak 12 formasi diperuntukkan untuk SMK SMTI Banda Aceh. Dalam pengumuman tersebut disebutkan SMK SMTI Banda Aceh membuka satu formasi untuk Ahli Pertama Guru Kimia Analis dari S-1 Ilmu Kimia/Kimia, dua formasi untuk Ahli Pertama Guru Kimia Industri dari S-1 Teknik Kimia, dua formasi untuk Ahli Pertama Guru Prakarya dan Kewirausahaan dari S-1 Teknik Industri, satu formasi untuk Ahli Pertama Guru Workshop/Perbengkelan dengan jurusan Teknik Mesin dan enam formasi untuk Teknisi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana dari D-III Teknik Elektro/D-III Teknik Mesin.(MAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *