Dukung Program Pemerintah, SMK SMTI Banda Aceh Gelar Vaksinasi Massal. Pembelajaran Tatap Muka Siap Dimulai

Dukung Program Pemerintah, SMK SMTI Banda Aceh Gelar Vaksinasi Massal. Pembelajaran Tatap Muka Siap Dimulai

Banda Aceh – SMK SMTI Banda Aceh menggelar vaksinasi massal kepada siswa/i dan tenaga pendidik/ kependidikan. Hal ini dilakukan guna mempersiapkan pembelajaran tatap muka. Disamping itu, kegiatan vaksinasi yang dilakukan juga merupakan tindak lanjut dari Intruksi Gubernur Aceh Nomor 840/G.1/3854/2021 tanggal 15 September 2021.

SMK dengan vasilitas laboratorium terlengkap tingkat SMK/SMA ini melaksanakan vaksinasi pada hari Kamis, 30 September 2021. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan RS Kesdam Iskandar Muda Aceh. Sebanyak 110 dari 745 jumlah total siswa dan sebagian kecil tenaga pendidik/ kependidikan yang belum melaksanakan vaksinasi sebelumnya tampak antusias mengikuti kegiatan ini.

Dalam pelaksanaannya, Kaur Bagian Kedisiplinan Siswa SMK SMTI Banda Aceh, Irwansyah, mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi yang dilakukan berjalan aman dan lancar. “Kegiatan vaksinasi yang dilakukan SMK SMTI Banda Aceh yang berkerja sama dengan RS Kesdam Iskandar Muda Aceh alhamdulillah berjalan aman dan lancar”, Kamis (30/9)

Di waktu yang sama, Irwansyah juga menambahkan bahwa dari sebanyak 745 surat pemberitahuan vaksinasi yang telah kita edar kepada seluruh siswa, baru 110 siswa yang telah mengkonfirmasi dan mendapat persetujuan dari orang tua/wali siswa. “SMK SMTI Banda Aceh memiliki total peserta didik sebanyak 745 siswa. 110 siswa sudah mengkonfirmasi dan mendapat persetujuan orang tua/wali siswa dan baru 97 siswa yang tercatat melakukan vaksinasi. Sebanyak 41 siswa telah terlebih dahulu melakukan vaksinasi mandiri yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.” Selain siswa, tenaga pendidik/ kependidikan yang belum melakukan vaksinasi mandiri diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi pada kesempatan ini, baik pemberian dosis pertama maupun kedua.

Pihak sekolah juga menyediakan makanan ringan berupa kue dan minuman untuk dikonsumsi oleh peserta vaksinasi. Hal ini sebagai bentuk pelayanan dan apresiasi sekolah kepada seluruh peserta yang mendukung program kegiatan vaksinasi ini.

Mayor CKM dr. Wahyu, selaku perwakilan dari RS Kesdam Iskandar Muda Aceh menegaskan, jenis vaskin yang kita pakai untuk siswa ini adalah CoronaVac atau lebih dikenal dengan sebutan Sinovac.

“Kita paham siswa memiliki tingkat imunitas yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita sarankan ke pihak sekolah untuk memakai vaksin Sinovac. Karena jenis vaksin lain tidak cocok untuk anak-anak. Jenis vaksin ini dosisnya rendah, sehingga kita harapkan aman untuk digunakan kepada siswa. Sampai saat ini belum ada gejala atau kendala apapun terkait dengan proses vaksinasi”, tegasnya. Kamis (30/9).

Selanjutnya, ia juga mengatakan, “Kegiatan vaksinasi yang dilakukan hari ini alhamdulillah berjalan dengan lancar. Orang tua/wali siswa sangat mendukung dan mengapresiasi program ini. Siswa datang tepat waktu, melakukan pendaftaran dengan tertib, dan melakukan skrining. Siswa laki-laki dan siswa perempuan dipisah ruangan untuk menjaga ketertiban.”

Selain itu, ia juga menegaskan dan berharap agar setiap sekolah sepatutnya mengikuti kegiatan seperti yang dilakukan oleh SMK SMTI Banda Aceh dan tidak cepat percaya dan mengikuti informasi hoax yang beredar di masyarakat.

“Saya berharap sekolah lainnya dapat mengikuti jejak sekolah yang mendukung program pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan imunitas kita pribadi, menjaga tubuh dari paparan virus Covid-19. Kita sepatutnya menjaga diri, keluarga, dan kerabat dengan melakukan vaksinasi. Dan kalaupun ada efek dari vaksin tersebut itu tidak separah yang sering kita lihat atau beredar dalam masyarakat. Saya mengajak kepada semuanya untuk tidak mempercayai berita hoax. Pintar dalam memilih informasi untuk dikonsumsi”, tegasnya.

Hayatul Wardani, siswi kelas XII SMK SMTI Banda Aceh, sangat antusias melakukan vaksinasi dan mendukung program yang dilaksanakan tersebut. “Sebagai siswa, saya mendukung apapun yang dilakukan sekolah apalagi demi keberlangsungan pembelajaran tatap muka. Saya melakukan vaksinasi ini atas dasar keinginan pribadi untuk meningkatkan imunitas saya dan berharap tercegah dari paparan virus Covid-19. Sampai saat ini saya tidak merasakan gejala apapun setelah divaksin”, katanya. Kamis (30/9).

Hayatul Wardani juga berahap kepada kawan-kawanya yang belum vaksinasi agar segera melakukannya. Hal ini untuk kebaikan bersama, agar pemebelajaran tatap muka kembali dapat dilaksanakan. “Saya berharap kepada kawan-kawan saya yang lain agar segera melakukan vaksinasi sebelum terlambat. Saya sudah lama merindukan pembelajaran tatap muka dengan kondisi normal. Dapat bercanda dan tertawa dengan kawan-kawan dan berjumpa dengan guru-guru seperti sedia kala”, tutupnya.

Maimunah, orang tua siswa yang bernama Febi Khairunnisa, ikut mendampingi anaknya mengikuti vaksinasi covid-19. Ia mengatakan bahwa vaksinasi yang dilakukan oleh pihak sekolah sangat tepat demi meningkatkan kekebelan tubuh anak. “Saya sangat setuju dan mendukung program vaksinasi ini. Hal ini demi kebaikan bersama dan kesehatan anak dan sekolah kembali normal”, katanya. Kamis (30/9).

Sebagai orang tua, Maimunah berharap agar setelah vaksinasi ini dilakukan, sekolah bisa kembali berjalan normal. “Saya berharap agara sekolah tatap muka kembali dapat dilanjutkan. Saya khawatir kepada anak saya jika sekolah terus dilakukan secara online, akan banyak ilmu yang hilang dan kelalaian anak semakin menjadi-jadi. Saya selalu berdoa agar pandemi ini segara berakhir dan kondisi kembali normal”, tutupnya.

Ditargetkan, vaksinasi di sekolah selesai secara menyeluruh pada 30 September mendatang sesuai dengan arahan Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, Taqwallah, dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Muhammad Iqbal.(MAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *