Ektrakurikuler SMK SMTI Banda Aceh, Santai Tapi Pasti

Ektrakurikuler SMK SMTI Banda Aceh, Santai Tapi Pasti

Banda Aceh – Pengembangan dan perbaikan pendidikan baik segi akademik dan nonakademik terus dilakukan guna mencapai hasil yang maksimal. Untuk mencapai hasil yang maksimal tersebut tidak cukup hanya dengan pendidikan formal saja, tetapi juga dengan pendidikan nonformal atau ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler dalam pendidikan dimaksudkan sebagai jawaban atas tuntutan dari kebutuhan didik untuk membantu peserta didik yang kurang memperkaya lingkungan belajar dan memberikan stimulus kepada mereka agar lebih kreatif.(1)

Kenyataannya, banyak kegiatan pendidikan tidak selalu dapat dilakukan pada jam-jam sekolah yang terbatas, sehingga terbentuklah perkumpulan anak-anak di luar jam sekolah yang dianggap dapat menampung dan memenuhi kebutuhan serta minat mereka.(2)

Ekstrakurikuler di SMK SMTI Banda Aceh yang dikelola oleh Bidang Kesiswaan dan Pembina OSIS, saat ini bisa dikatakan sudah berjalan baik dan lancar. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu setiap minggunya. Seperti diketahui, SMK SMTI Banda Aceh menerapkan lima hari belajar, Senin s.d. Jum’at, mulai pukul 07.45 WIB s.d. 17.05 WIB. Ini keuntungan bagi penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler, karena pada hari Sabtu bisa fokus hanya pada kegiatan ekstrakurikuler saja.

Setiap tahunnya, program kegiatan ekstrakurikuler selalu menjadi salah satu bagian yang disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya pelajar SMP/sederajat dalam kegiatan sosialisasi program SMK SMTI Banda Aceh. Hal ini bertujuan untuk menarik atensi mereka untuk melanjutkan pendidikan pada satuan pendidikan ini. Proses perekrutan anggota masing-masing bidang ekstrakurikuler sendiri dilakukan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK SMTI Banda Aceh di setiap awal tahun ajaran baru pada kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa baru.

Berdasarkan SK Plt. Kepala SMK SMTI Banda Aceh Nomor 241/BPSDMI/SMTI-Aceh/KEP/VIII/2021 tentang Penetapan Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Pelatih Ekstrakurikuler Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021/2022 Sekolah Menengah Kejuruan SMTI Banda Aceh Tahun Anggaran 2021, di SMK SMTI Banda Aceh tersedia sebanyak tiga belas (13) bidang kegiatan ekstrakurikuler. Ke-13 bidang ekstrakurikuler tersebut yaitu,
1. Bidang Disiplin, Upacara Bendera dan Paskibra (PASTI),
2. Bidang Pramuka,
3. Bidang Karate,
4. Bidang LKS/LKTI Jurusan KI, APL, dan TMI Berbasis 4.0,
5. Bidang TTG Berbasis 4.0,
6. Bidang Bahasa Inggris,
7. Bidang Aplikom,
8. Bidang Pelajar Cinta Lingkungan (PCL),
9. Bidang Panahan, Futsal, Basket, Bulu Tangkis, Bola Voli, Aneka Lomba, dan Olimpiade,
10. Bidang Rohis/ Diniyah/ PHBI,
11. Bidang PMR/ Kelematan dan Kesehatan Kerja,
12. Bidang Kesenian, dan
13. Bidang Jurnalistik dan Mading.

Selama pandemi ini, tidak menghambat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini. Walaupun beberapa kendala dihadapi dalam pelaksanannya, kegiatan ini tetap berjalan. Sepanjang semester ganjil TP 2020/2021 misalnya, kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan secara daring/ online. Tentunya ada sisi positif dan negatifnya. Dari sisi negatif misalnya, banyak materi-materi yang seharusnya dipraktikkan langsung, tetapi hanya bisa dilakukan secara teori saja. Dari sisi positif, di masa pandemi peserta didik tetap diberikan pembelajaran nonformal.

Sepanjang tahun 2021 ini, Alhamdulillah kegiatan ekstrakurikuler sudah dilakukan secara luring walau dengan jumlah peserta yang terbatas karena pemberlakuan sistem pembelajaran tatap muka secara bergantian (shift).

Banyak prestasi yang diraih oleh siswa dari ketiga belas bidang ekstrakurikuler tersebut. Bidang Disiplin, Upacara Bendera dan Paskibra (PASTI) misalnya, siswa-siswanya selalu menjadi langganan terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Provinsi Aceh setiap tahunnya. Baru-baru ini, pada 17 Agustus 2021 lalu, sebanyak 3 orang siswanya terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Provinsi Aceh Tahun 2021. Mereka adalah Saidul Mahdi Firja (Siswa Kelas XII-KI A), Galatamara (Siswa Kelas XI-KI A), dan Novia Fitriani (Siswa Kelas XI-APL B).

Walaupun ekstrakuriler merupakan pendidikan nonformal bagi siswa, penilaian terhadap siswa juga tetap dilakukan untuk selanjutnya diinput ke dalam Raport Siswa. Ada batas nilai minimal yang harus dicapai siswa pada pendidikan nonformal ini, yaitu B. Jika siswa mendapat nilai di bawah standar minimal tersebut, siswa terkait dinyatakan tidak layak untuk naik kelas.

Safruddin, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan dan Pembinas OSIS, sering menyampaikan kepada siswa terkait pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bahwa kegiatan ekstrakurikuler sifatnya santai untuk menyeimbangkan kepenatan siswa belajar selama lima hari sebelumnya. Namun demikian, ekstrakurikuler bisa menjadi penentu siswa naik kelas atau tidaknya. Jadi, agar siswa santai tapi pasti dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, karena kegiatan ini juga sangat bermanfaat bagi siswa itu sendiri.(DM)

Referensi:
(1) Rahmanto, Y., & Fernando, Y. (2019). Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Berbasis Web (Studi Kasus: Smk Ma’Arif Kalirejo Lampung Tengah). Jurnal Tekno Kompak, 13(2), 11-15.
(2) Ibid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *