• Arief
  • 08 . 05 . 2018
  • 22
  • 0
  • Artikel

JAKARTA - Badan Penelitian Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrianan mengandeng Algae Biomass and Energy System (ABES) University of Tsukuba, Jepang, yang telah berpengalaman dalam melakukan riset untuk komoditas alga atau ganggang menjadi salah satu sumber energi.

"Pengenmbangan energi terbarukan ini sesuai agenda sepuluh prioritas nasional yang tertuang di dalam roadmap Making Indonesia 4.0," kata Kepala BPPI kementerian perindustrian, Ngakan Timur Antara melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (6/5).
Ngakan menyampaikan, saat ini, ABES sedang mengembangkan pilot plant yang bertujuan untuk menghasilkan biofuel dari alga yang dapat dibudidaya sepangjang musim," jelas Ngakan. Dalam waktu dekat, juga akan dilakukan studi laboratorium untuk mengoptimalkan alga dengan Pal Oil Mill Effluent (POME).

"Dalam proses produksi untuk menghasilkan minyak kelapa sawit, dihasilkan pula POME. Namun, saat ini dalam jumlah yang besar POME belum banyak diolah dan hanya menjadi limbah," ungkapnya.
Sementara POME adalah satu satu penghasilan gas metan (CH4) yang berkontribusi pada emisi rumah gas kaca (GRK) yang berdampak pada pemanasan global, sehingga penanganan POME ini menjadi penting bagi keberlanjutan lingkungan. Nantinya POME ini menjadi media dalam budidaya alga di daerah tropis seperti indonesia sehingga dapat menghasilkan senyawa bernilai tinggi seperti DHA oil dan biofuel.

Dari sisi ekonomi, nilai tambah yang dihasilkan jauh lebih besar dari pada konversi menjadi biogas. Apalagi, Indonesia adalah salah satu produsen kelapa sawit di dunia dengan nilia produksi minyak sawit mencapai 38,17 juta ton pada tahun 2017. Untuk itu ABES akan bekerja sama dengan Balai Pengembangan Produk dan Standardisasi Industri Pekenbaru (BPPSI), salah satu balai di bawah BPPI yang fokus dalam pengembangan kelapa sawit dan produk-produk turunannya. "Kami berharap studi ini akan berhasil dan membawa dampak posotif bagi riset energi terbarukan di Indonesia,"tegas Ngakan.