Deskripsi Jurusan
Sejarah & Latar Belakang
Sekolah Menengah Kejuruan SMTI Banda Aceh mempunyai 3 (tiga) jurusan. Salah satunya Jurusan Kimia Industri yang merupakan jurusan pertama yang sudah ada sejak berdirinya SMK SMTI Banda Aceh pada tanggal 1 September 1965 berdasarkan SK Nomor 46/Pend/1965 tanggal 30 November 1965 tentang pendirian Sekolah Teknik Industri Menengah Atas (STIMA).
Kimia Industri mempelajari tentang masalah dan kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan bahan baku menjadi suatu produk yang memiliki nilai guna ekonomis, dengan langkah-langkah yang melibatkan peristiwa kimiawi maupun fisika.
Tujuan Khusus Jurusan
- Mendidik peserta didik dengan keahlian teknik kimia industri khususnya mengoperasikan dan merawat peralatan proses industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah.
- Menyiapkan siswa yang mampu memilih karir, berkompetisi, dan mengembangkan sikap profesional di industri global.
- Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Mata Diklat Utama:
Standar Kompetensi Lulusan
Mengacu pada Skema Sertifikasi KKNI Level II Kompetensi Keahlian Kimia Industri Tahun 2019 yang ditetapkan dalam 4 kluster skema sertifikasi.
Kompetensi Kelulusan Kimia Industri:
Keselamatan Kerja (K3)
Menerapkan keselamatan kerja di lab/lingkungan kerja dan Sistem Manajemen Lingkungan (SML).
Diagram Alir
Mampu membaca diagram alir (Flowchart) Proses Industri Kimia secara akurat.
Operasi Alat Industri
Mampu mengoperasikan serta merawat berbagai peralatan industri kimia modern.
Pengolahan Limbah
Mampu melakukan pengolahan air dan limbah cair non B3 secara fisikal dan kimiawi.
Penyulingan Atsiri
Mampu melakukan proses penyulingan minyak atsiri sesuai standar operasional.
Mini Plant CPO
Mengoperasikan mini plant pengolahan CPO menjadi minyak goreng, biodiesel, dan turunannya.
Edutechnopreneur
Memiliki jiwa kewirausahaan berbasis teknologi di bidang kimia (Edutechnopreneur).
Kluster Keahlian Utama
Kontrol Proses
Pengendalian variabel proses suhu, tekanan, dan laju alir menggunakan sistem otomatisasi industri.
Unit Operasi
Pengoperasian alat pemisahan skala industri seperti Distilasi, Evaporasi, dan Reaktor Kimia.
HSE & IPAL
Penerapan standar keselamatan kerja internasional dan prosedur pengelolaan limbah industri cair.
Utilitas Pabrik
Pengelolaan sistem pendukung proses produksi seperti pengolahan air dan sistem uap (steam).