DUKUNG PROGRAM PEMERINTAH, SMK SMTI BANDA ACEH BERKOLABORASI DENGAN BP3MI TERKAIT PELUANG KERJA INTERNASIONAL
BANDA ACEH – SMK SMTI Banda Aceh resmi menerima kunjungan audiensi dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh. Pertemuan strategis ini digelar dalam rangka membahas serta membuka peluang kerja internasional yang lebih luas bagi para lulusan sekolah vokasi di wilayah Aceh.
Kepala BP3MI Aceh, Siti Rojilah, dalam kesempatan tersebut memaparkan mengenai target besar Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Pemerintah saat ini tengah berfokus untuk menempatkan hingga 1 juta Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor formal. Langkah ini diambil guna memastikan perlindungan, kesejahteraan, serta kualitas kerja para migran Indonesia di kancah global menjadi lebih terjamin.
Dalam paparannya, Siti Rojilah menegaskan komitmen BP3MI untuk mendampingi sekolah dan siswa yang berminat bekerja ke luar negeri. Menurutnya, edukasi tersebut penting agar para calon pekerja migran memahami budaya, lingkungan kerja, serta peluang yang tersedia di negara tujuan sebelum memutuskan untuk berangkat bekerja.
Dipilihnya SMK SMTI Banda Aceh sebagai mitra strategis bukan tanpa alasan. Sekolah ini dinilai telah memenuhi seluruh standarisasi yang ketat dan terverifikasi dengan baik sebagai salah satu sekolah vokasi acuan di Indonesia. Kesiapan infrastruktur, kompetensi tenaga pendidik, serta kurikulum yang dimiliki dinilai mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di pasar kerja internasional.
BP3MI Aceh juga berencana membangun layanan pendampingan khusus bagi siswa yang memiliki minat bekerja ke luar negeri melalui konsep Migran Center di lingkungan sekolah. Melalui layanan ini, siswa akan memperoleh informasi, pembinaan, hingga pendampingan selama proses penempatan kerja.
“Kami akan melakukan pendampingan agar seluruh proses berjalan sesuai koridor yang berlaku, sehingga anak-anak kita aman, terlindungi, sejahtera, dan bermartabat ketika mengisi pasar kerja ke luar negeri,” jelas Siti Rojilah.
Lebih lanjut, kolaborasi yang dibangun antara SMK SMTI Banda Aceh dan BP3MI Aceh akan berfokus pada tiga poin utama demi mematangkan kualitas para lulusan, yaitu:
1. Penguasaan Bahasa Asing
Menyiapkan kemampuan komunikasi lulusan agar adaptif dengan lingkungan negara penempatan.
2. Skill Kejuruan (Vocational Skills)
Memastikan kompetensi teknis siswa sesuai dengan standar industri internasional.
3. Kesiapan Mental dan Fisik
Membentuk karakter pekerja yang tangguh melalui berbagai skema dukungan, termasuk program E-Vokasi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI.
Selain itu, BP3MI menegaskan bahwa setiap program pelatihan yang dilaksanakan harus memiliki orientasi yang jelas terhadap penempatan kerja.
“Ketika pelatihan dilaksanakan, outcome-nya harus menjadi penempatan kerja. Jadi yang kami cari adalah mereka yang benar-benar berminat untuk bekerja ke luar negeri,” ungkap perwakilan BP3MI Aceh.
BP3MI juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut melalui perusahaan penempatan resmi yang memiliki izin untuk menyalurkan tenaga kerja Indonesia ke berbagai negara tujuan, seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, sejumlah negara Eropa, hingga kawasan Timur Tengah.
Melalui sinergi ini, diharapkan para lulusan SMK SMTI Banda Aceh tidak hanya terserap di pasar kerja nasional, namun juga mampu mengisi berbagai posisi strategis di sektor formal internasional, sekaligus berkontribusi nyata dalam pencapaian target penempatan PMI yang dicanangkan pemerintah pusat.
Kepala SMK SMTI Banda Aceh Junaidi menyambut baik inisiatif BP3MI Aceh dalam membuka akses kerja internasional bagi lulusan sekolah vokasi. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya sekolah untuk memperluas peluang karier lulusan hingga ke pasar kerja global.
"Kami menyambut baik kedatangan BP3MI Aceh ke SMK SMTI Banda Aceh dan berharap kerja sama ini dapat berlanjut ke depannya. Ini menjadi peluang yang sangat baik bagi siswa maupun alumni kami untuk memperoleh akses yang lebih luas ke dunia kerja internasional," ujar Kepala SMK SMTI Banda Aceh.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah alumni SMK SMTI Banda Aceh telah berhasil bekerja di luar negeri, sehingga program yang digagas BP3MI diyakini dapat semakin memperbesar peluang tersebut.
"Memang ada di antara siswa atau alumni kami yang sudah bekerja di luar negeri, termasuk di kawasan Timur Tengah. With adanya program ini, kami optimistis kesempatan lulusan untuk bekerja di luar negeri akan semakin terbuka," tambahnya.
Lebih lanjut, Kepala SMK SMTI Banda Aceh menilai bahwa keberhasilan lulusan berkarier di tingkat internasional tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga akan semakin memperkuat reputasi sekolah sebagai lembaga pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan tenaga kerja kompeten dan berdaya saing global.
"Ketika anak-anak kita bisa go international dan bekerja di luar negeri, tentu hal itu akan menjadi nilai tambah bagi lulusan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMK SMTI Banda Aceh," katanya.
Media SMK SMTI Banda Aceh
Syahril R
No responses yet